Showing posts with label Semua. Show all posts

MESIN PRESS ALL IN 1

Rp. 7.500.000.-

Dengan mengunakan mesin ini Anda dapat menjadi produsen seperti produsen sablon kaos jogja, bandung, solo surabaya serta tempat lainnya. berdasarkan perhitungan diatas maka Anda juga dapat menerima pesanan kaos satuan tentunya dengan keuntungan yang sangat mengiurkan. Dengan harga mesin sablon yang terjangkau ini maka Anda dapat menjadi pengusaha khususnya garment dengan modal yang terjangkau. Karena mesin ini adalah mesin sablon digital maka Anda tidak perlu repot seperti sablon manual. Selain sablon kaos satuan kita dapat juga menjual pasar mug satuan ataupun grosir sehingga kebutuhan customer seperti mug photo, mug desain, dan personalized mug, funny mug atau dikenal dengan mug yang bergambar lucu, serta custom mug lainnya  juga bisa anda produksi dengan harga yang sangat bersaing dengan keuntungan maksimal karena kita sebagai produsen. Selain cetak atau sablon mug, dapat juga digunakan untuk sablon topi, sablon piring serta media datar lainnya seperti mouse pad, puzzle, tas, keramik dan lainnnya. kini uang akan mengalir terus selama andatetap kreatif dan tentunya didukung dengan mesin all in 1

Mesin press all in 1 atau heat press all in one mempunyai banyak fungsi dan dapat digunakan untuk media-media seperti dibawah ini :
T-Shirt dan Kaos :
- segala jenis bahan ( Katun, Polyester, dll. )
- segala jenis warna ( putih, hitam, dll. )
- segala macam jenis dan variasi sablon :
- Digital Sablon full color
- Dark Transfer
- Sablon Glitter, Foil, Beludru, Rubber, Hologram
- Sablon Kombinasi
- Mug
- Piring
- Keramik
- Keramik Jam
- Puzzle
- Asbak
- Dasi
- Bendera
- Mouse Pad
- Souvenir
- Dll


Kelebihan Digital Sablon :
- Produk dapat dibuat satuan
- Full color
- Gambar kualitas foto
- Tahan air dan tahan lama

Video lengkap klik DISINI

Posted in , , , , , , , , | 8 Comments

Combo Heat Press 4 in One


Spesifikasi :
Mesin Press T-Shirt, Mug, Piring untuk Sablon Digital.

- Temperature Range: 0 - 380 C
- Timing Range: 0 - 999 Sec.
- Voltage: 220 V
- Power: 1250 W
- Size (L W H): 38 x 43 x 34 cm
- Net Weight: 35 kg
- Gross Weight: 36 kg

Harga Call us : 081 7030 500 57

Posted in , , | 5 Comments

5 Tahap Sablon Kaos

Dalam teknik sablon kaos ada lima tahapan, yaitu:

1.Penyetingan Gambar
2.Tahap Pra-Afdruk (sebelum pe-film-an)
3.Tahap Afdruk
4.Tahap Penyablonan
5.Penghapusan Film

1. Penyetingan Gambar
Siapkan gambar yang akan di sablon sebelum dicetak sablon, kemudian edit berdasarkan warna masing-masing, dalam hal ini biasanya menggunakan program coreldraw dan photoshop.

2. Tahap Pra-Afdruk (sebelum pefilm-an)
Tahap ini meliputi pembersihan dan persiapan screen. Dalam pembersihan dan persiapan screen alat-alat sablon yang dibutuhkan meliputi:

-Sabun colek
-Air
-Kain spon

Pertama-tama screen sablon kita cuci menggunakan air dan sabun kemumudian kita usap dengan menggunakan kain spon. setelah kita cuci, screen harus kita keringkan dengan menjemurnya di sinar matahari, hal ini perlu karena sebelum di afdruk screen harus benar-benar bersih dan kering.

3.Tahap Afdruk (pefilm-an)
Tahap ini meliputi pemberian obat, pembakaran screen/pefilm-an, dan pencucian obat pada screen.Di dalam tahap pemberian obat kita membutuhkan alat-alat antara lain berupa:

-Screen
-Obat afduk
-Kipas angin / blower
-Alat perata screen

Pertama-tama kita siapkan obat afdruk dengan cara campur cairan merah dan putih (dosissesuai anjuran di kotak box-nya). Setelah obat tersebut tercampur dengan rata tuangkansedikit demi sedikit pada screen dan ratakan setipis-tipisnya, kemudian screen tersebut kitakeringkan dengan menggunakan kipas angin atau blower. di dalam pengeringan ini screen tidakboleh terkena sinar matahari untuk itu dianjurkan pengeringan di ruang tertutup. setelahkering kita memasuki tahap pembakaran screen atau pefilm-an. di tahap ini kita membutuhkan alat-alat antara lain berupa:

-Kaca
-Gambar yg telah diedit
-Screen
-Kain dengan warna hitam
-Busa screen
-Papan

Ambil papan terlebih dahulu, taruh busa di atas papan kemudian taruh kain warna hitam di atas busa tersebut. lalu kita ambil screen yang telah kita siapkan kemudian taruh screen diatas kain berwarna hitam setelah itu kita ambil gambar yang telah diedit dan tempel diatas screen , sebelum gambar tersebut kita tempel di screen terlebih dahulu kita olesi dengan minyak garong, hal ini dilakukan agar kertas pada gambar akan tembus sinar. Setelah itu taruh kaca diatas screen. Untuk lebih jelasnya urutan dari bawah ke atas adalah:

1.Papan
2.Busa screen
3.Kain berwarna hitam
4.Screen
5.Gambar
6.Kaca

Setelah itu kita sinari screen dengan sinar matahari. didalam penyinaran waktu yang dibutuhkan antara 3 sampai 5 detik. karena jika terlalu lama dalam penyinaran, pefilm-an screen tidak akan gagal. setelah screen kita sinari, maka screen tersebut harus kita cuci untuk membersihkan berkas-berkas obat. dalam pencucian kita membutuhkan alat penyemprot, alat ini digunakan untuk membersihkan obat yang tersisa di sela-sela gambar yang terdapat pada screen.

4.Tahap Penyablonan
Pada tahap ini, alat-alat yang kita butuhkan antara lain:

-Screen (yang telah difilm)
-Minyak cat
-Cat
-Meja berkaca
-Pengunci screen
-Rakel (alat pengesut)
-Kertas atau kain

Ambil screen dan kunci screen pada meja berkaca lalu persiapan untuk cat-nya campur minyak cat dengan cat. setelah itu taruh kertas atau kain yang akan disablon diatas meja berkaca, tuang cat pada screen secukupnya kemudian kesut menggunakan rakel. maka jadilah hasil sablonan.

5.Penghapusan Film
Pada tahap ini kita membutuhkan obat pencuci film. pertama-tama basahi screen dengan air lalu tuang obat pencuci screen pada screen gosok dengan menggunakan kain spon bilas dan keringkan dengan dijemur di sinar matahari

Demikianlah tips untuk melakukan sablon secara manual lain halnya dengan sablon digital, untuk sablon digital, anda lebih di tuntut mempunyai alat sablon digital yang cukup mahal bagi anda yang ingin belajar sablon.

Posted in , | Leave a comment

Teknologi Sablon

Sejak dulu teknologi sablon ini sebenarnya sudah dikenal orang, mungkin diantara anda pernah mengalami atau memakai produk sablon ini seperti : stiker yang bila di letakkan di media kain kemudian disetrika maka gambar atau media yang ada di stiker akan berpindah ke kain, atau bungkus permen karet yang ditempelkan dikulit kita kemudian digosok gambarnya akan pindah ke kulit kita dsb.

Belajar teknologi sablon sebenarnya sederhana saja, di jaman sekarang sudah sangat mudah untuk mencari alat dan bahan atau material untuk sablon. Mungkin di sekitar tempat pembaca tinggal juga ada toko yang menyediakan bahan dan alat sablon. Harga bahan dan alat sablon juga tidak mahal, masih terjangkau untuk yang mempunyai sedikit modal. Nah sekarang tinggal bagaimana kita belajar teknik sablon sendiri. Dulu saya pernah beli buku teknik sablon, saya pelajari sendiri, saya praktekkan sendiri tetapi…… ya ampun….. banyak sekali gagalnya. Untuk tahap pertama dua puluh lima kali praktek saya belum dapat hasil yang memuaskan.

Namun dengan membaca artikel ini diharapkan untuk yang pertama belajar kira-kira kegagalan itu cukup 2 atau tiga kali saja. Karena ketersediaan bahan dan alat sablon juga judah modern tidak serumit jaman dulu, saya belajar sablon awal tahun 1991. Cukup lama kan.

Sablon juga merupakan salah satu alternatif peluang usaha untuk masa sekarang dan akan datang, karena masih banyak konsumen yang masih membutuhkan produk sablon ini. Kenapa demikian karena banyak sekali media yang dapat disablon, seperti kertas biasanya untuk kartu nama, kartu undangan, kartu parkir dsb. Diatas plastik misalnya untuk media promosi toko-toko tas belanja disablon supaya pembeli atau yang menemukan pembungkus itu mudah mengingat nama dan alamat tokonya. Diatas kain misalnya kaos team bola volley, kaos team sepak bola, gerak jalan, paguyuban dlb. Diatas plat besi atau kayu misalnya untuk papan nama toko atau perusahaan, alamat rumah, nama jalan dsb.

Banyak pasar yang dapat dituju antara lain : perusahaan, organisasi, perorangan untuk memenuhi kebutuhan mereka berupa karu nama, kartu undangan, spanduk, kartu pengenal pelajar atau mahasiswa. Modal awal berkisar antara 200 ribu sampai 400 ribu.

Dengan berkembangnya teknologi sablon, di jama sekarang ini sablon sudah dilakukan dengan otomatis baik dengan mesin sablon atau dengan printer. Diantara pembaca barangkali sudah pernah menikmatinya seperti cetak potret diri di T-shirt, piring, keramik, jam, mug, korek api, ball point dsb. Jadi, peluang pasar untuk usaha sablon ini masih sangat luas.

Untuk teknologi sablon sederhana sangatlah murah, tergantung kita mau main usaha sablon media kertas atau kain perbedaan utamanya terletak pada bahan afdruk dan tintanya. Dibawah ini penjelasan kebutuhan utama membuka usaha sablon sederhana :

A. ALAT-ALAT SABLON

a. 1 Buah SCREEN (kain kasa)

b. 1 Buah kaca bening tebal 5mm seukuran screen

c. 1 Buah spon ukuran screen

d. 1 Buah RAKEL untuk meratakan dan mentransfer tinta

e. 2 Buah CATOK untuk mengikat screen ke meja sablon

f. 1 Buah MEJA SABLON

g. 1 Buah Semprotan manual

B. BAHAN-BAHAN SABLON

a. 1 kaleng Obat afdruk

b. 1 kaleng Obat penghapus untuk menghapus bekas afdruk

supaya screen dapat dipakai lagi

c. 1 kaleng kecil Tinta sablon warna Merah, Biru, Kuning, Putih dan

Hitam

d. Kain lap majun secukupnya

e. Media yang akan disablon

C. PROSES SABLON

C.1. Proses afdruk

Disini saya jelaskan untuk pemula, settingan tidak harus menggunakan kertas kalkir. Boleh pake kertas HVS 60 atau 70 gram tahap awal belajar dengan menggunakan media cetak kertas kartu nama jenis bahan apa saja.

a. Siapkan desain gambar atau tulisan yang akan disablon

b. Bawa ke tukang setting (desain dengan komputer dan di print

dengan printer laser)

c. Bayar ongkos settingnya baru pulang

d. Potong hasil settingan, buang yang tidak dipakai (tidak harus

kalkir)

e. Olesi kertas dengan minyak sayur yang baru, supaya lebih

transparan

f. Siapkan Screen yang sudah bersih

g. Campurkan obat afdruk dengan pengencernya, campuranya bisa

tanya ke penjualnya

h. Aduk hingga benar-benar rata kemudian tuang ke screen

i. Ingat obat ini peka cahanya, jadi usahakan ditempat gelap yg

penting masih kelihatan

j. Ratakan dengan rakel. Bagian depan 3 kali, bagian belakang 2

kali

k. Jangan diulang ulang atau lerlalu lama, nantinya ketebalan dan

susah di afdruk

l. Setelah rata, keringkan dengan kipas angin atau hair drier

m. Letakkan kertas settingan yang sudah diolesi minyak ke screen

(perhatikan posisinya, jangan sampai terbalik)

n. Letakkan dengan urutan dari atas, kaca, kertas settingan,

screen, spon dan alas

o. Pegang dengan kuat kedua ujung screen agar kaca, settingan,

sreen rapat

p. Sinari dengan sinar matahari, kalo terik cukup 10 s. 20 detik kalo

mendung, tergantung intensitas sinarnya. Boleh juga pake lampu

q. Bawa kembali ke ruang gelap dan pisahkan semuanya ambil

screennya

r. Semprot dengan air pada bagian yang kena settingan sampai

kelihatan berlubang

s. Keringkan dengan kipas angin atau hair drier

t. Tutup bagian-bagian yang bocor, kalo ada

u. Siap untuk proses sablon

C.2. Proses Sablon

a. Letakkan catok pada meja sablon kemudian di screw dengan

kuat

b. Kaitkan screen pada catok dan kencangkan

c. Pasang mal, untuk posisi media cetak agar tidak berubah-ubah

d. Atur jarak Screen dan media cetak sekitar 1-2 mm

e. Campurkan tinta sablon dengan pengencernya perbandingan

1 tinta : 2 pengencer

f. Tuang pada screen kemudian ratakan dengan rakel

g. Tarik/dorong rakel dengan agak ditekan untuk menyablon

h. Lihat hasilnya, betulkan yang belum sesuai dan kembali

ke step (g)

i. Hasil produk sablon pertama sudah jadi.


Setelah proses belajar sablon berhasil tinggal mengembangkannya dengan warna yang lebih banyak atau media selain kertas dsb.

Atau boleh belajar yang lebih senior di sekitar anda, atau ikut bekerja dulu tempat usaha sablon, pelajari penuh bagaimana mereka menjalankan usaha tersebut dengan seksama, sambil bekerja belajar mencari calon pelanggan dengan cara yang benar.

Tabungkan penghasilan anda, jika modal anda cukup, dan anda sudah dapat banyak pengalaman dan cara untuk menjalankannya, maka cobalah melangkahkan kaki untuk usaha mandiri dengan mendirikan usaha sablon.

Posted in , | Leave a comment

TEKNIK SABLON BAJU / SABLON KAOS UNTUK PEMULA ( SABLON MANUAL )

Dalam penyablonan ada lima tahapan, yaitu;
1.penyetingan gambar
2.tahap pra-afdruk (sebelum pe-film-an)
3.tahap afdruk
4.tahap penyablonan
5.penghapusan film
1. Penyetingan gambar
Siapkan gambar yang akan di sablon sebelum dicetak sablon, kemudian edit berdasarkan warna masing-masing, dalam hal ini biasanya menggunakan program coreldraw dan photoshop.
2. Tahap pra-afdruk (sebelum pefilm-an)
Tahap ini meliputi pembersihan dan persiapan screen. Dalam pembersihan dan persiapan screen alat-alat sablon yang dibutuhkan meliputi:
-sabun colek
-air
-kain spon
Pertama-tama screen sablon kita cuci menggunakan air dan sabun kemumudian kita usap dengan menggunakan kain spon. setelah kita cuci, screen harus kita keringkan dengan menjemurnya di sinar matahari, hal ini perlu karena sebelum di afdruk screen harus benar-benar bersih dan kering.
3.Tahap afdruk (pefilm-an)
Tahap ini meliputi pemberian obat, pembakaran screen/pefilm-an, dan pencucian obat pada screen.Di dalam tahap pemberian obat kita membutuhkan alat-alat antara lain berupa:
-screen
-obat afduk
-kipas angin/blower
-alat perata screen
pertama-tama kita siapkan obat afdruk dengan cara campur cairan merah dan putih (dosissesuai anjuran di kotak box-nya). Setelah obat tersebut tercampur dengan rata tuangkansedikit demi sedikit pada screen dan ratakan setipis-tipisnya, kemudian screen tersebut kitakeringkan dengan menggunakan kipas angin atau blower. di dalam pengeringan ini screen tidakboleh terkena sinar matahari untuk itu dianjurkan pengeringan di ruang tertutup. setelahkering kita memasuki tahap pembakaran screen atau pefilm-an. di tahap ini kita membutuhkan alat-alat antara lain berupa:
-kaca
-gambar yg telah diedit
-screen
-kain dengan warna hitam
-busa screen
-papan
pertama kita ambil papan terlebih dahulu, taruh busa di atas papan kemudian taruh kain warna hitam di atas busa tersebut. lalu kita ambil screen yang telah kita siapkan kemudian taruh screen diatas kain berwarna hitam setelah itu kita ambil gambar yang telah diedit dan tempel diatas screen , sebelum gambar tersebut kita tempel di screen terlebih dahulu kita olesi dengan minyak garong, hal ini dilakukan agar kertas pada gambar akan tembus sinar. setelah itu taruh kaca diatas screen. untuk lebih jelasnya urutan dari bawah ke atas adalah:
1.papan
2.busa screen
3.kain berwarna hitam
4.screen
5.gambar
6.kaca
setelah itu kita sinari screen dengan sinar matahari. didalam penyinaran waktu yang dibutuhkan antara 3 sampai 5 detik. karena jika terlalu lama dalam penyinaran, pefilm-an screen tidak akan gagal. setelah screen kita sinari, maka screen tersebut harus kita cuci untuk membersihkan berkas-berkas obat. dalam pencucian kita membutuhkan alat penyemprot, alat ini digunakan untuk membersihkan obat yang tersisa di sela-sela gambar yang terdapat pada screen.
4.Tahap penyablonan / Teknik Sablon
Pada tahap ini, alat-alat yang kita butuhkan antara lain:
-screen(yang telah difilm)
-minyak cat
-cat
-meja berkaca
-pengunci screen
-rakel(alat pengesut)
-kertas atau kain
Pertama-tama ambil screen dan kunci screen pada meja berkaca lalu persiapan untuk cat-nya campur minyak cat dengan cat. setelah itu taruh kertas atau kain yang akan disablon diatas meja berkaca, tuang cat pada screen secukupnya kemudian kesut menggunakan rakel. maka jadilah hasil sablonan.
5.Penghapusan film
pada tahap ini kita membutuhkan obat pencuci film. pertama-tama basahi screen dengan air lalu tuang obat pencuci screen pada screen gosok dengan menggunakan kain spon bilas dan keringkan dengan dijemur di sinar matahari
demikianlah tips untuk melakukan sablon secara manual lain halnya dengan sablon digital, untuk sablon digital, anda lebih di tuntut mempunyai alat sablon digital yang cukup mahal bagi anda yang ingin belajar sablon.

selamat mencoba...

Lebih lengkap download disini :

Posted in , | Leave a comment

Cara Sablon Kaos dengan Transfer Paper

Cetak sablon saat ini telah berkembang pesat. Salah satunya adalah sablon kaos. Berbagai cara dilakukan untuk memperoleh gambar sablon yang berkualitas. Ada 2 jenis transfer paper : Clear dan Dark.

Clear digunakan untuk kain yang berwarna putih, sedangkan Dark untuk kain selain warna putih. Bagi anda yang tidak ingin ke tukang sablon dan ingin mencoba sendiri berikut langkah-langkahnya:

Cara sablon untuk clear :

1. design gambar di komputer kemudian balik gambar tsb ( mirror )

2. cetak di kertas transfer paper (TP)

3. gunting sisi kertas tadi, sisakan 0.2mm untuk bordernya.

4. taruh kertas sablon (kertas karton) tebal di bawah kaos sebagai alas.

5. letakan transfer paper di atas kaos dan gosok dengan setrikaan dengan kepanasan low, sebab kalau terlalu panas bisa lengket di kertas..

6. gosoknya nggak usah kelamaan cukup 30 detik saja.

7. buka perlahan kertas dan kaos tadi berubah menjadi kaos sablon.

Cara membuat untuk dark :

1. design gambar di komputer dan kita akan melakukan cetak sablon di atas kertas TP, cetak biasa nggak usah pakai mirror. Gunakan kwalitas best pada opsi di printer.

2. lepaskan secara hati-hati, lembaran berwarna putih susu yg melekat di TP, maka anda akan mendapatkan lembaran semacam membran elastis yang mana lembara ini untuk di pasang di kaos.

3. Letakan lembaran membran ini ke kaos dan letakan kertas minyak (bawaan saat beli) di atas membran tadi lalu gosok perlahan dengan strikan, gosoknya jangan terlalu lama sebab akan membuat membran menjadi kering dan tipis. Dengan alat sablon yang lengkap dan cara yang benar, anda akan memperoleh kualitas gambar yang baik.


Posted in , | Leave a comment

Jenis Tinta / Cat Kaos

Tinta diatas bahan kaos terdiri dari 2 jenis tinta, yaitu tinta yang berbasis air atau waterbase inks dan tinta yang berbasis minyak atau solvenbase. Tinta solvenbase sering disebut dengan istilah plastisol.

JENIS CAT WATERBASE:
CAT RUBBER:
Tinta ini digunakan khusus untuk sablon diatas kain gelap. Sebab tinta ini bersifat pekat, dapat menutup permukaan warna kain dengan baik. Tinta rubber umumnya digunakan untuk underbase, underbase sendiri difungsingkan sebagai penutup warna kain sebelum penyablonan warna-warna diatasnya. Tinta rubber sendiri dibagi menjadi dua jenis untuk dua fungsi kegunaan. Jenis pertama adalah tinta rubber white yang digunakan untuk underbase/dasar, bisa juga digunakan untuk mendapatkan warna-warna pastel/muda. Jenis kedua adalah rubber color yang digunakan untuk pencampuran warna-warna tua. Untuk mendapatkan warna putih yang bersih dan cemerlang, campurkan tinta rubber white dengan sedikit pigmen/pewarna berwarna nila atau ungu.

CAT TRANSPARAN:
Umumnya disebut dengan coating, karena dapat difungsikan sebagai pelapisan hasil sablon, sehingga hasil sablon lebih cemerlang atau mengkilap. Tinta ini memiliki bentuk seperti tinta extender yang transparan, tetapi memiliki kandungan yang lebih kuat atau lebih keras. Tinta ini baik sekali untuk teknik penyablonan separasi empat warna dengan terlebih dahulu memberikan rubber white pada permukaan bahannya.

CAT EXTENDER:
Tinta in bersifat transparan, hanya cocok untuk penggunaan diatas bahan putih atau bahan-bahan berwarna terang. Sifat dari cat ini adalah menyatu/menyerap pada bahan.

CAT SUPER WHITE:
Tinta ini hampir sama jenisnya dengan tinta rubber, terdiri dari dua jenis yaitu white dan color. Tinta ini sifatnya lebih mendekati tinta extender yaitu menyatu dengan bahan dan transparan, serta dapat disablon diatas dasar bahan berwarna gelap.

CAT PUFF/TIMBUL:
Tinta ini terdapat pada kedua jenis tinta baik underbase maupun plastisol. Tinta ini memerlukan pemanasan yang akan mengakibatkan tinta ini mengembang dengan efek timbul.

CAT SOLVENBASE/PLASTISOL:
Tinta ini berbahan dasar PVC dan harganya cukup mahal serta membutuhkan peralatan khusus untuk pengeringannya. Sebab tinta ini tidak dapat kering dengan sendirinya seperti tinta waterbase pada umumnya. Untuk dapat kering dengan baik, tinta ini memerlukan suhu mencapai 160 derajat celcius serta membutuhkan beberapa peralatan seperti conveyor curing dan flash curing. Setelah pengeringan dengan benar, tinta plastisol ini memiliki daya rekat yang sangat baik. Tinta ini sering digunakan untuk menciptakan efek-efek yang menakjubkan seperti high density. Dan t-shirt yang menggunakan tinta plastisol selalu diberi peringatan ”Do not iron on design”, sebab tinta ini akan meleleh jika terkena panas secara langsung dari setrika.

JENIS CAT PLASTISOL:

CAT ALL PURPOSE:
Tinta ini berbentuk transparan, bersifat seperti extender pada tinta waterbase. Sebab tinta ini hanya baik digunakan pada kain berwarna putih atau terang.

CAT HIGH OPACITY:
Tinta ini mempunyai sifat seperti rubber dalam waterbase, hanya saja tinta ini mempunyai daya tutup yang lebih baik pada permukaan bahan jika dibandingkan dengan tinta rubber. Tinta ini dapat digunakan untuk teknik high density.

CAT ATHLETIC PLASTISOL:
Tinta ini bersifat lentur atau elastis sehingga sangat cocok untuk penyablonan diatas kain polymesh, spandex atau kain dengan motif berlubang-lubang.

CORK BASE:
Berjenis plastisol, tinta ini dapat digunakan untuk teknik high density yang akan menghasilkan efek seperti busa atau gabus. Tinta ini memiliki kelenturan dan fleksibelitas yang tinggi sehingga cukup baik untuk penyablonan diatas bahan yang memiliki kelenturan tinggi seperti bahan Spandek dan Rib. Tinta ini juga tidak diperbolehkan untuk di dry clean, bleach atau disetrika.

SHIMMER GOLD & BASE:
Tinta dari jenis plastisol ini diformulasikan untuk menghasilkan warna seperti metalik. Tinta ini berbentuk pasta dan siap pakai. Tinta ini sangat baik digunakan untuk heat transfer, baik itu cold peel maupun hot peel. Sangat baik digunakan pada kain knitting, cotton, polyster dan rayon. Tidak disarankan untuk pemakaian pada kain jenis nylon atau lycra.

HIGH DENSITY CLEAR:
Tinta yang bersifat transparan, tinta ini menghasilkan efek sablon yang mengkilap dan terkesan basah.

WILFLEX LUNA CLEAR:
Tinta plastisol transparan yang tidak terlihat dengan sinar lampu biasa, akan muncul jika terkena sinar ultraviolet.

NATURAL SUADE:
Tinta plastisol yang menghasilkan efek kulit yang sangat lembut.

JENIS CAT DAN TEKNIK LAINNYA:
YELLOW SPARKLE:
Bubuk yang diformulasikan untuk menimbulkan kesan berkelip-kelip, serta memiliki tampilan yang glosy. Untuk mencetak bubuk ini, sebelumnya harus mencetakkan tinta plastisol sebagai dasar sekaligus sebagai perekat bubuk ini.

FOIL TRANSFER:
Aluminium foil dalam bentuk lembaran seperti kertas. Selain warna silver dan gold, foil juga tersedia dalam macam warna dan motif. Untuk media tempelnya foil ini membutuhkan lem khusus.

FLOCK:
Teknik sablon yang menghasilkan efek cetakan seperti beludru. Terdapat dua jenis flock, bubuk dan lembaran. Untuk lembaran membutuhkan lem khusus sebagai media perekatnya.

SUGAR PRINTING:
Aplikasi sablon yang berbentuk bubuk transparan mirip gula pasir.

GLOW IN THE DARK:
Berbentuk serbuk yang menyerap dan memantulkan sinarnya kembali didalam ruangan gelap.

REFLECTIVE POWDER:
Serbuk yang dapat memantulkan sinar jika terkena cahaya lampu atau sinar matahari.

DISCHARGE AGENT:
Adalah bahan kimia yang digunakan untuk mencabut warna dasar kain, sehingga warna bahan menjadi putih/grey. Dan untuk mendapatkan hasil yang maksimal, bahan pewarna kainnya harus dipilih dengan yang dischargeable.

DISTRESSED atau VINTAGE:
Teknik inovasi grafik dengan membuat tekstur sehingga gambar terlihat pecah-pecah dan terlihat usang/kuno.

SHATTER BASE:
Jenis tinta untuk menciptakan kesan pecah (crack). Tinta ini diciptakan agar mudah pecah saat mengering dan untuk pengeringan membutuhkan flash curing.

ROCK BASE:
Teknik high density menggunakan tinta rock base untuk menghasilkan cetakan dengan permukaan kasar seperti batu.

SUBLIMATION TRANSFER:
Gambar yang dicetak diatas kertas transfer, yang kemudian ditransfer ke kaos menggunakan hotpress. Sublimation transfer umumnya terbagi dalam menjadi dua jenis, hot peel dan cold peel.

HOT PEEL:
Gambar yang diprint diatas kertas transfer.

COLD PEEL:
Kertas transfer yang berisi gambar jadi dengan berbagai jenis pilihan. Jenis cold peel ini jika diaplikasikan diatas kain kaos akan menghasilkan tekstur seperti tinta rubber, dan dapat diaplikasikan diatas dasar bahan terang maupun gelap. Sebab dalam pembuatannya cold peel menggunakan tinta plastisol.

RHINESTONES HEAT PRESS:
Aplikasi yang digunakan untuk dekorasi dalam garmen, mempunyai beragam nama sesuai dengan bahan yang digunakan, anatara lain nailheats, rhinestones dan swarovski crystals. Cara pengaplikasiaannya hanya dengan memanaskannya dengan mesin hot press pada suhu 160 derajat celcius selama 10 detik.

HIGH FREQUENCY WELDING:
Proses aplikasi menggunakan mesin high frequency, seperti aplikasi plastik PVC diatas kain.

EMBOSS PRINT:
Aplikasi yang menggunakan mesin press tekanan tinggi untuk menciptakan hasil emboss diatas bahan.


Pusing ingatnya? download disini aja gan..
http://www.ziddu.com/download/13528317/jenistintasablon.pdf.html

Posted in , | Leave a comment

TIPS MERAWAT KAOS

1. Jangan Direndam Terlalu Lama Jangan merendam kaos Anda terlalu lama. Usahakan untuk kaos yang baru pertama kali dicuci tidak direndam lebih dari 30 menit, dan untuk kaos lama tidak lebih dari 1 jam. Jangan pula rendam dalam air dengan deterjen berlebihan. Karena deterjen berlebih dapat mengakibatkan sablon pada kaos cepat rusak / terkelupas.
2. Pisahkan [...]

Posted in , | Leave a comment

HOW TO DYE A -T SHIRT




Posted in , | Leave a comment

Cara membuat T-srhirt


Posted in , | Leave a comment

How To screen print T-shirt


Posted in , | Leave a comment

Screen Printing Press 4 Silk Screening


Posted in , | Leave a comment

Mau belajar T-SHIRT DESIGN

Yang baru mau belajar deign T-shirt harus lihat video ini





Posted in , | Leave a comment

TEKNIS SABLON untuk pemula


Posted in , | Leave a comment

TAHAPAN-TAHAPAN DALAM MENYABLON

Untuk Mendapatkan Hasil cetak Sablon yang sesuai dengan keinginan Anda,

maka penting untuk mengenal dan menerapkan langkah / tahapan yang benar dalam Proses Menyablon




1. Tahapan Pra Cetak, yang termasuk dalam tahapan ini adalah :

Proses Design

Proses ini berkaitan dengan ide atau gagasan anda yang diwujudkan dalam suatu suatu proses pencitraan sehingga ide / gagasan anda tersebut akhirnya memiliki bentuk yang konkret ( biasanya disebut design / artwork ).

Misalkan, anda memiliki sebuah gagasan akan sebuah gambar monyet yang sedang memakan pisang dan anda ingin menambahkan sebuah dialog lucu yang diucapkan oleh monyet tersebut. Pada saat itu, gambaran tersebut hanya ada di benak / imajinasi anda dan belum memiliki bentuk pencitraan yang konkret.

Nah tugas anda selanjutnya adalah mewujudkan gambaran tersebut kedalam bentuk yang konkret, bagaimana caranya ? ada beberapa teknik, misalnya : dengan photography ( mengambil photo monyet yang sedang makan pisang ), dengan gambar tangan ( hand drawing ), dan lain sebagainya.

Pada intinya adalah, proses design mengubah ide / gagasan anda menjadi bentuk yang lebih konkret, yang dapat dilihat oleh semua orang ( kecuali orang buta dan rabun ), dan tujuan akhirnya untuk proses menyablon adalah agar design anda tersebut dapat diolah menjadi Film / Klise Sablon.

Pembuatan Film / Klise Sablon

Sekarang anda telah memiliki design yang siap untuk dicetak, langkah selanjutnya adalah mengolahnya menjadi Film / Klise Sablon.

Proses Stencil / Afdruk

Setelah anda memiliki Film / Klise Sablon, maka saatnya untuk memindahkan gambar / image yang tercetak di film sablon tersebut ke screen, melalui apa yang disebut proses afdruk.

Persiapkan Meja Kerja anda

ini sangat penting sebelum anda memulai proses pencetakan, sehingga saat anda sedang mencetak nanti tidak akan terganggu dengan kegiatan lainnya, misalnya tiba – tiba tinta yang anda gunakan habis, atau anda lupa untuk menyediakan tempat untuk pengeringan media yang baru dicetak, dan lain sebagainya.

2. Tahapan saat Cetak

Saat mencetak yang perlu anda perhatikan adalah penggunaan teknik sapuan rakel yang benar. Karena tugas mencetak sebenarnya sangat sederhana yaitu memindahkan tinta ke media yang diinginkan melalui kain saring / screen.

Selain itu, pelajari sifat – sifat dari tinta cetak yang sedang anda gunakan, karena tidak setiap tinta memiliki karakteristik yang sama. Parameter yang mungkin anda perlu ketahui adalah : kecepatan tinta untuk mengering, biasanya ini menjadi kendala karena tinta yang mengering terlalu cepat di screen akan menghambat proses pencetakan, anda perlu melancarkan kembali pori – pori kain saring / screen yang telah tersumbat oleh tinta yang telah mengering tersebut, karena bila tidak maka hasil cetak tidak dapat terbentuk dengan sempurna.

Catatan : salah satu kelebihan dari tinta plastisol yang digunakan dalam penyablonan t-shirts adalah bahwa tinta jenis ini tidak akan mengering, bahkan bila anda meninggalkannya diatas screen dalam jangka waktu yang lama, karena tinta jenis ini membutuhkan proses curing untuk mengeringkannya.

3. Tahapan Pasca Cetak

Ada tiga hal ( bisa lebih ) yang biasanya perlu anda lakukan setelah anda selesai melakukan pencetakan, yaitu :

Proses Drying

Setiap tinta cetak memerlukan waktu untuk mengering dengan sempurna, bahkan bila anda memegang tinta tersebut dan permukaannya anda rasa telah mengering, belum tentu tinta tersebut telah kering dengan sempurna, oleh karena itu penting untuk mengenal karakteristik tinta cetak yang anda gunakan. Untuk proses ini anda dapat melakukannya dengan melalui proses alami ( penjemuran – cukup diangin –anginkan saja ) atau dengan bantuan mesin ( kipas angin, blower, dsb. ).

Proses Curing

Proses ini memerlukan alat – alat yang khusus untuk dapat mengeringkan jenis – jenis tinta tertentu. Seperti misalnya tinta jenis plastisol yang perlu melalui proses pemanasan dalam temperatur yang sangat panas ( sekitar 143 – 166 0 C ), biasanya dengan menggunakan mesin conveyer atau flash heater. Untuk Tinta Karet / GL / Rubber, juga memerlukan proses curing, dengan menggunakan mesin hot press yang dapat diatur panas temperaturenya ( sekitar 110 – 130 0 C ).

Note :
Banyak praktisi sablon yang sering mengabaikan atau tidak melakukan proses ini dengan cara yang benar, sehingga mengakibatkan buruknya mutu hasil cetak. Bila hasil cetak / print ternyata pecah – pecah, luntur, pudar, dsb., mungkin ada yang salah dengan tahapan pengeringan atau curing yang anda lakukan.

Proses Burning / Pengopenan

Ada jenis – jenis tinta tertentu yang membutuhkan treatment seperti ini, pada dasarnya proses ini membakar / memanggang tinta tersebut sehingga mencapai titik pengeringan yang sempurna.

Posted in , | Leave a comment
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...